Kamis, 25 Juli 2013

AKU HADIRKAN PUISI TENTANG CINTA DAN MASA LALU UNTUKMU

*******AKU HADIRKAN PUISI TENTANG CINTA DAN MASA LALU UNTUKMU*****

TRKADANG Terlihat lagi tatapan itu.....
Namun Tak seperti yang dulu.......
Sekarang lebih mengguratkan rona rindu.

TRKADANG Terdengar lagi suara itu......
Namun tetap Tak seperti yang dulu.........
Sekarang tak ada lagi kata merayu.

Langkah itu tak selincah dulu....
Senyum itu tak semempesona dulu....
Apakah karena waktu ....? Entahlah aku juga tak tau....''
Atau cinta itu tak ada lagi dihatiku,,,aku juga tak tau,,''

Namun jelas kini bahwa Semua telah berganti......
Yang dulu indahpun tiada lagi.
hnya Satu yang mungkin pasti...dan aku Yakini...''
aku ingin engkau tau...''
Dirimu...... yg terindah dalam sejarah cintaku....''
*********
By:Fafa Al-faqier Al-khaqier Al-dho'if insan berlumurkan dosa.

Senin, 22 Juli 2013

ANDAI SAJA ENGKAU TAU BETAPA BERARTINYA DIRIMU BAGIKU

Andaikan Engkau tau......
Sa'at ini aku hanya bisa terdiam dan melewati waktu sendiri
pandanganku kosong merasa diri ini tak lagi berarti
Trbayang semua tentangmu di hati
Di relung jiwa yang seakan hampir mati

Jujur.....
Aku masih ingat bunga mawar indah yang pernah engkau beri wktu itu
Namun sayangnya kini harumnya tak seperti dulu
Tak sprti sa'at kau masih mengagumiku
Bahkan kini kelopaknyapun aku rasa tlah layu
Hanya durinya saja yang masih tajam melukai dan menusuk hatiku

Kasih...
 Andai saja engkau tau..
bahwa kini hatiku telah hancur olehmu..
kenapa ini semua terjadi sa'at aku ingin sabar menunggumu di depan pintu hatiku
Dengan besarnya harapan nanti engkau akan kembali dan datang padaku dengan senyum di bibirmu
dengan membawa cinta dan impian yg pernah terukir bersama antara engkau dan aku
knpa kini semuanya mudah berlalu..
Engkau pergi dan seakan tak mau menoleh mengingat masa indah dulu

kasih....
Apakah engkau telah lupakan janjimu...??
sedangkan aku sllu mengingtanya setiap waktu
iya..aku masih terus mengingatnya....
Engkau berjanji akan datang menghapiriku sambil berkata...
Aku telah datang padamu wahai kekasihku...
Aku datang dengan membawa Cinta dan impian yg pernah  terukir antara diriku dan dirimu
kini semuanya telah berlalu...dan tak ada harapan lagi untuk Cinta dan harapanku.

Kasih...'
kini aku hnya bisa menangis pilu
Namun sepertinya dirimu tak mau tau
kini engkau telah pergi tnpa pamit dari hatiku
Engkau pergi dengan meningalkan luka di hatiku
Terimakasih wahai kekasihku...
Terimakasih untuk kehadiranmu dalam hidupku 
Terimakasih atas waktu dan semua harapan yg pernah engkau tanamkan dulu
Sehingga tumbuh subur memenuhi taman di relung hati dan jiwaku
Terimakasih juga atas luka yg kau tinggalkan untukku
Mungkin untuk mengingatkanku bahwa pernah ada cintamu di hatiku
Yang datang begitu indah wlpun sebentar lalu berlalu. 

(Telah aku tuliskan pada selasa Tengah malam Tgl 23-07-2013 di bulan Romadon)

(By: Fafa Al-faqier Al-khaqier)



Minggu, 21 Juli 2013

''AKU TAK INDAH LAGI BAGIMU''

 Aku memang tak sempurna di matamu
akupun tlah tak indh lagi dalam pandanganmu
tak bisa aku menjadi sempurna….
dan mungkin aku juga bukan yang terindah
untuk dapat berdiri disampingmu…

Hati ini sudah sangat lelah,
dalam pengembaraan ku mencari cinta
dan sosok seperti dirimu…
yang bisa mengerti dan memahamiku…
kau selalu ada disetiap hembusan nafasku…
tapi mengapa kini engkau berlalu pergi dari tatapanku
dikala hatiku terpaut atas cinta kepadamu…

Aku tak mengerti apa yang kau mau…
telah kupersembahkan hati dan jiwaku satu untukmu…
bayanganmu senantiasa mengusik alam fikirku…
namun disaat ini kau telah menjadi sosok yang berbeda dan istimewa di hatiku…
kini engkau beranjak pergi dan tak lagi mengagumiku...

Dulu kau selalu mengerti tapi kini kau berubah …
kau semakin jauh dan betapa sulit untuk kuraih…
disini ku hnya berharap…
kau kan kembali menjadi sosok yang dulu…
sosok yang mencintaiku apa adanya
sllu mengagumiku mnjadi yg teristimewa di matamu dan hatimu
karena cintaku pun tulus kepada mu …

jika engkau telah temukan sosok yg baru
mungkin memang dia lebih pantas bagimu dan bukan aku...
kini aku ijinkan engkau pergi dan berlalu
wlpun kau tlah tinggalkan luka di htaiku.

selamat berbahagia sang bayangan indah dalam mimpiku...

(By: Fafa Al-faqier Al-khaqier)

Sabtu, 20 Juli 2013

''KISAH HUMOR SUFI''

''SUSU DAN GANDUM''
Nasrudin dan Ali merasa haus, mereka pergi ke sebuah warung untuk minum. Karena uang mereka hanya cukup untuk membeli segelas susu maka Mereka memutuskan membagi segelas susu untuk berdua.
Ali : “kamu minum dulu setengah gelas,Karena aku hanya punya gula yang hanya cukup untuk satu orang. Aku akan menuangkan gula ini ke dalam susu bagianku.”
Nasrudin : “Tuangkan saja sekarang dan aku akan minum setengahnya.”
Ali : “Aku tidak mau. Sudah kukatakan, gula ini hanya cukup membuat manis setengah gelas susu”
akhirnya Nasrudin pergi ke pemilik warung dan kembali dengan sekantung garam.
Nasrudin : “Ada berita baik. Seperti telah kita setujui, aku akan minum susu ini lebih dulu. Aku akan minum bagianku dengan garam ini.”
Ali : “apa….?”

''SEKALIAN SAJA BAWA SEMUANYA''

 Nasruddin pernah bekerja pada seorang yang sangat kaya, tetapi seperti biasanya ia mendapatkan kesulitan dalam pekerjaannya. Pada suatu hari orang kaya itu memanggilnya, katanya, “Nashruddin kemarilah kau. Kau ini baik, tetapi lamban sekali. Kau ini tidak pernah mengerjakan satu pekerjaan selesai sekaligus. Kalau kau kusuruh beli tiga butir telur, kau tidak membelinya sekaligus. Kau pergi ke warung, kemudian kembali membawa satu telur, kemudian pergi lagi, balik lagi membawa satu telur lagi, dan seterusnya, sehingga untuk beli tiga telur kamu pergi tiga kali ke warung.”
Nashruddin menjawab, “Maaf, Tuan, saya memang salah. Saya tidak akan mengerjakan hal serupa itu sekali lagi. Saya akan mengerjakan sekaligus saja nanti supaya cepat beres.”
Beberapa waktu kemudian majikan Nashruddin itu jatuh sakit dan ia pun menyuruh Nashruddin pergi memanggil dokter.Tak lama kemudian Nashruddin pun kembali, ternyata ia tidak hanya membawa dokter, tetapi juga bebarapa orang lain.
Ia masuk ke kamar orang kaya itu yang sedang berbaring di ranjang, katanya, “Dokter sudah datang, Tuan, dan yang lain-lain sudah datang juga.” “Yang lain-lain? Tanya orang kaya itu. “Aku tadi hanya minta kamu memanggil dokter, yang lain-lain itu siapa?”
“Begini Tuan!” jawab Nashruddin, “Dokter biasanya menyuruh kita minum obat. Jadi saya membawa tukang obat sekalian. Dan tukang obat itu tentunya membuat obatnya dari bahan yang bermacam-macam dan saya juga membawa orang yang berjualan bahan obat-obat-an bermacam-macam. Saya juga membawa penjual arang, karena biasanya obat itu direbus dahulu, jadi kita memerlukan tukang arang. Dan mungkin juga Tuan tidak sembuh dan malah mati. Jadi saya bawa sekalian tukang gali kuburan.”

''AKU RASA KAMU BENAR''
Nasrudin sedang menjadi hakim di pengadilan kota. Mula-mula ia mendengarkan dakwaan yang berapi-api dengan fakta yang tak tersangkalkan dari jaksa.
Setelah jaksa selesai dengan dakwaannya, Nasrudin berkomentar:
“Aku rasa engkau benar.”
Petugas majelis membujuk Nasrudin, mengingatkan bahwa terdakwa belum membela diri. Terdakwa diwakili oleh pengacara yang pandai mengolah logika, sehingga Nasrudin kembali terpikat. Setelah pengacara selesai, Nasrudin kembali berkomentar:
“Aku rasa engkau benar.”
Petugas mengingatkan Nasrudin bahwa tidak mungkin jaksa betul dan sekaligus pengacara juga betul. Harus ada salah satu yang salah! Nasrudin menatapnya lesu, dan kemudian berkomentar:
“Aku rasa engkau benar.”




''DISURUH MENGAWASI PINTU ''

Suatu hari Nasrudin kecil ditinggal ibunya untuk pergi ke rumah Ibu RT. Sebelum pergi ibunya berkata kepada Nasrudin, “Nasrudin, kalau kamu sedang sendirian di rumah, kamu harus selalu mengawasi pintu rumah dengan penuh kewaspadaan. Jangan biarkan seorang pun yang tidak kamu kenal masuk ke dalam rumah karena bisa saja mereka itu ternyata pencuri!”
Nasrudin memutuskan untuk duduk di samping pintu. Satu jam kemudian pamannya datang. “Mana ibumu?” tanya pamannya.
“Oh, Ibu sedang pergi ke pasar,” jawab Nasrudin.
“Keluargaku akan datang ke sini sore ini. Pergi dan katakan kepada Ibumu jangan pergi ke mana-mana sore ini!” kata pamannya.
Begitu pamannya pergi Nasrudin mulai berpikir, ‘Ibu menyuruh aku untuk mengawasi pintu. Sedangkan Paman menyuruhku pergi untuk mencari Ibu dan bilang kepada Ibu kalau keluarga Paman akan datang sore ini.”
Setelah bingung memikirkan jalan keluarnya, Nasrudin akhirnya membuat satu keputusan. Dia melepaskan pintu dari engselnya, menggotongnya sambil pergi mencari ibunya.


''NASRUDIEN DAN 3 ORANG BIJASK''
 Pada suatu hari ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa Nasrudin. Orang-orang desa ini menyodorkan Nasrudin sebagai wakil orang-orang yang bijak di desa tersebut. Nasrudin dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa menonton mereka bicara.
Orang bijak pertama bertanya kepada Nasrudin, “Di mana sebenarnya pusat bumi ini?”
Nasrudin menjawab, “Tepat di bawah telapak kaki saya, saudara.”
“Bagaimana bisa saudara buktikan hal itu?” tanya orang bijak pertama tadi.
“Kalau tidak percaya,” jawab Nasrudin, “Ukur saja sendiri.”
Orang bijak yang pertama diam tak bisa menjawab.
Tiba giliran orang bijak kedua mengajukan pertanyaan. “Berapa banyak jumlah bintang yang ada di langit?”
Nasrudin menjawab, “Bintang-bintang yang ada di langit itu jumlahnya sama dengan rambut yang tumbuh di keledai saya ini.”
“Bagaimana saudara bisa membuktikan hal itu?”
Nasrudin menjawab, “Nah, kalau tidak percaya, hitung saja rambut yang ada di keledai itu, dan nanti saudara akan tahu kebenarannya.”
“Itu sih bicara goblok-goblokan,” tanya orang bijak kedua, “Bagaimana orang bisa menghitung bulu keledai.”
Nasrudin pun menjawab, “Nah, kalau saya goblok, kenapa Anda juga mengajukan pertanyaan itu, bagaimana orang bisa menghitung bintang di langit?”
Mendengar jawaban itu, si bijak kedua itu pun tidak bisa melanjutkan.
Sekarang tampillah orang bijak ketiga yang katanya paling bijak di antara mereka. Ia agak terganggu oleh kecerdikan nasrudin dan dengan ketus bertanya, “Tampaknya saudara tahu banyak mengenai keledai, tapi coba saudara katakan kepada saya berapa jumlah bulu yang ada pada ekor keledai itu.” “Saya tahu jumlahnya,” jawab Nasrudin, “Jumlah bulu yang ada pada ekor kelesai saya ini sama dengan jumlah rambut di janggut Saudara.”
“Bagaimana Anda bisa membuktikan hal itu?” tanyanya lagi. “Oh, kalau yang itu sih mudah. Begini, Saudara mencabut selembar bulu dari ekor keledai saya, dan kemudian saya mencabut sehelai rambut dari janggut saudara. Nah, kalau sama, maka apa yang saya katakan itu benar, tetapi kalau tidak, saya keliru.”
Tentu saja orang bijak yang ketiga itu tidak mau menerima cara menghitung seperti itu. Dan orang-orang desa yang mengelilingi mereka itu semakin yakin Nasrudin adalah yang terbijak di antara keempat orang tersebut.


''KERA TAHAN BAU NASRUDIEN'' 
Istri Nasruddin menginginkan binatang piaraan, maka ia membeli seekor kera. Nasruddin tidak senang.
“Apa makanannnya?” tanyanya.
“Sama dengan yg kita makan”, jawab istrinya.
“Dimana kera itu akan tidur?”
“Di tempat tidur kita, bersama kita.”
“Bersama kita? Baunya bagaimana?”
“Kalau saya saja betah dengan bau itu, saya kira kera juga tahan”.


''NASRUDIEN PERGI BERCUKUR''

Nasrudin dianggap sebagai guru sufi bahkan ia dipanggil sebagai Mullah, hal ini menujukkan dia memang berilmu. Pada suatu hari -Nasrudin pergi ke tukang cukur. Sialnya si tukang cukur bekerja amat lamban karena pisaunya tumpul. Setiap kali pipi Nasrudin tergores hingga berdarah.
Tukang cukur cepat ceoaf mengambil sejumput kapas dan meletakkannya pada luka itu. Hal ini berlangsunq terus hingga beberapa kali. Sampai wajah Nascudin penuh dengan jumputan-jumputan kapas. Ketika si tukang cukur hendak melanjutkan dengan pipi Nasrudin yang satunya, tiba-tiba saja Nasrudin melompat dan memandangi wajahnya di kaca.
“Cukup, terima kasih, Saudara! Aku telah memutuskan untuk menanam kapas di pipi kiri dan gandum di pipi yang lain!

''SAYA BUKAN SAYURAN''
Suatu kali Nasrudin menjadi orang penting di istana. Ia gunakan posisinya ini untuk menunjukkan cara mengatur orang-orang di dalam istana. Suatu hari Raja merasa lapar sekali. Beberapa tukang masak menyajikan hidangan yang luar biasa enaknya, sehingga Raja meminta Kepala Istana untuk menyiapkan makanan seperti itu setiap hari.
“Bukankah ini sayuran terbaik di dunia, Mullah?” tanya sang Raja kepada Nasrudin.
“Teramat baik, Tuanku.” jawab Nasrudin.
Tapi kalau tiap kali harus makan makanan yang sama, siapapun akan menjadi bosan. Lima hari kemudian, ketika para juru masak merampungkan sajian makanan untuk kesepuluh kalinya, sang Raja berteriak:
“Singkirkan semuanya! Aku benci makanan-makanan ini!”
“Ini memang sayuran terburuk di dunia, Tuanku,” ujar Nasrudin.
“Tapi, Mullah, belum satu minggu yang lalu engkau mengatakan itu sayuran yang terbaik.”
“Memang benar, Tuanku. Tapi hamba ini adalah pelayan Raja, bukan sayuran.”

''MENAIKI KAPAL YANG MAU TENGGELAM ''
Ya sebagai seorang pelayan tentunya Nasrudin harus patuh dan nurut saja apa kata baginda.
Kapal tampaknya mulai tenggelam. Para penumpang yang sebelumnya menertawakan peringatan Nasrudin yang meminta mereka agar bersiap-siap untuk kehidupan akhirat, mulai berlutut dan berteriak-teriak minta tolong. Mereka berdoa, mereka berjanji untuk berbuat sebanyak mungkin kebajikan jika mereka selamat.
“Teman-teman!” teriak Nasrudin. “Jangan boros dengan kata-kata bagus itu. Percayalah! Aku melihat daratan!”
“Hah?” semua penumpang membelalak.
“Apa? Apakah kalian tidak jadi meneruskan tobat dan berbuat baik?” tanya Nasrudin.

*****************
''MENUANGKAN GANDUM YANG BUKAN MILIKNYA'' 

Nasrudin kedapatan sedang menuang gandum milik tetangganya ke dalam karung gandumnya di toko koperasi. Akhirnya ia dibawa ke pengadilan.
“Saya memang bodoh. Saya tidak bisa membedakan antara gandum mereka dengan gandum saya,” katanya. “Kalau begitu kenapa tidak kau tuangkan saja gandummu ke kantong orang lain?” tanya hakim.
“Tapi saya bisa membedakan yang mana gandum saya di antara milik orang lain. Saya kan tidak sebodoh itu!”

''KISAH SANG PUJANGGA SUFI''

Kisah orang suci Inilah sepenggal kisah Syamsuddin Muhammad (1320-1389), yang kemudian dikenal dengan nama Hafizh, sang Pujangga Tuhan, penyair-sufi terkemuka. Dikisahkan bahwa saat ia berusia 21 tahun, ia bekerja sebagai pembantu pembuat roti. Pada suatu hari, Hafizh disuruh mengantar roti ke sebuah rumah besar. Saat ia sedang berjalan di halaman rumah besar itu, ia bertatap-pandang dengan seorang gadis yang menakjubkannya yang tengah berdiri di teras rumah. Tatap mata sang gadis itu demikian menawan hatinya. Hafizh pun jatuh cinta kepada sang gadis itu, meskipun sang gadis tidak mempedulikannya. Gadis itu putri seorang bangsawan yang kaya raya, sementara ia sendiri hanya seorang pembantu pembuat roti yang miskin. Gadis itu sangat cantik, sementara Hafizh berpostur pendek dan secara fisik tidak menarik, keadaan itu tanpa harapan.
Beberapa bulan berlalu, Hafizh pun menggubah beberapa puisi dan kidung-kidung cinta untuk merayakan kecantikan sang gadis pujaan dan kerinduan kepadanya. Orang-orang mendengarkan ia melagukan puisi-puisinya, dan ia mengulang-ulangnya. Puisi-puisi itu begitu menyentuh, sehingga ia menjadi terkenal di seantero Syiraz.
Hafizh selanjutnya menjadi demikian terpandang sebagai seorang pujangga, dan ia hanya memikirkan kekasihnya itu. Begitu berhasrat ia memenangkan hati sang gadis, ia pun menempuh berbagai upaya. Ia pun melakukan upaya disiplin ruhani yang berat, ia berkhalwat di makam seorang Waliyullah sepanjang malam selama 40 hari. Ia mengikuti sebuah saran, bahwa barangsiapa yang dapat menuntaskan langkah yang berat itu maka hasrat kalbunya akan dikabulkan. Setiap siang ia bekerja di toko roti, dan ketika malam tiba ia pun berkhalwat dan berdzikir sepanjang malam demi cintanya kepada sang gadis. Cintanya demikian kuat, membuatnya mampu menyelesaikan khalwat itu.
Pada fajar di hari ke-40, tiba-tiba muncullah sesosok malaikat di hadapan Hafizh, ia meminta Hafizh untuk mengucapakan apa yang menjadi keinginannya. Hafizh demikian terperangah, ia belum pernah melihat sesosok wujud yang demikian indah dan gemerlapan seperti sang malaikat itu. Dalam keterpukauannya Hafizh berfikir, “Jika utusan-Nya saja begitu indah, pastilah Tuhan jauh lebih indah!”
Sambil menatap cahaya malaikat Tuhan yang berkilauan, lupalah Hafizh menyangkut segala hal tentang sang gadis itu, sirnalah segala keinginanya. Dan, dari lisannya hanya keluar kata-kata: “Aku menginginkan Tuhan!”
Sang malaikat, yakni Jibril as. kemudian mengarahkan Hafizh kepada seorang guru ruhani yang hidup di Syiraz, yaitu Muhammad Aththar, sang pembuat parfum. Jibril as. memerintahkan Hafizh untuk melayani sang guru dengan segala cara, dan keinginanya itu akan terkabul. Hafizh bergegas menemui sang guru, dan mereka memulai bekerja bersama-sama, saat itu juga. Sang pujangga ini adalah seorang penuang Cahaya ke dalam sebuah sendok …

Rabu, 17 Juli 2013

''TENTANGKU DAN JIWAKU''

(AKU TAK TAU AKU  INI SIAPA DAN APA...)

JIKA aku seorang penyair;
maka yang aku ucap akan jadi buah fikir..

NAMUN aku ibaratkan jalanku laksana seorang Musyafir,
yang langkahku susah di tapsir..

lantas bagaiman sebenarnya jiwa seorang Fafa abunawas.....????
Jangan kira aku bahagia Bila datang dengan senyumnku...

jangan sangkakan Airmataku sebuah tanda berduka...

Aku coba memetik dawai Asmara..'
Seakan-akan aku bisa melihat Nabi adam memeluk Ibu hawa tanpa kata

terkadang jauh didasar jiwaku yg TAK ISTIQOMAH ini...
Aku sudah tak melihat CINTA lagi dalam diriku...

Trkadang aku suka menangisi yang bukan kesedihanku,,,'' kadang-kadang juga aku menertawai yang bukan menjadi kebahagianku....

Aneh Thooo....???????

Ya begitulah jiwaku...''

Terkadang aku merasa hanya menjadi seperti sosok penghibur
yang bisa menemukan kebahagianku sendiri didalam jiwa-jiwa orang lain.

Bahkan bisa di kata aku adalah Guru yang mendapatkan ilmu dari murid yang telah aku ajari.

Andai saja tiada yang suka dengan diriku dan karya-karya coretan penaku....tak mengapa...''
maka cukuplah sajak-sajakku yg akan menjadi sosok yang setia untuk menjadi teman dan sahabat setiaku.....


BEGITULAH DIRIKU...'' JIWAKU TAK ISTIQOMAH

(By: Fafa Al-faqier Al-khaqier)

'ENGKAU SINGGAH HANYA SEBENTAR LALU PERGI''

DULU ENGKAU YG MENGAWALINYA...' DAN KINI ENGKAU PULA YG INGIN MENGAHIRINYA..''

Setelah rasaku mendarah menyatu mengalir dalam denyut nadimu,
kini kau mencampakan aku dari hatimu.
kau abaikan rasa yang kian bergelora menggebu di hatiku.

Bila engkau mencintaiku hanya karna nafsumu,
karna ibamu,
mengapa kau berikan harapan kepadaku.
mengapa kau kau tanamkan kerinduan yang menyemai
hingga merimbun di taman hatiku.

Bila aku hanya sesaat bagimu,
biarkan aku berlalu ,
melupakan semua tentangmu.
menjauh dari hidupmu
dan mengubur semua kenangan bersamamu.

Meski ku tak mampu,menahan pilunya hati,
sebelum ku lebih tersakiti karnamu.
Jika aku tak mampu untuk melupakanmu,
itu karna aku terlanjur mencintaimu.

By:
(Fafa Al-faqier Al-khaqier)